Minggu, 01 September 2013

Kenangan Annha Mukhlisa Sudirman



"Waktu terus bergulir, kita akan pergi dan ditinggal pergi." 
Begitu pula engkau kawan. Pertemuan terakhir bersama mu menjadi perpisahan yang teramat amat perih , engkau menyapaku dengan senyuman dan mengucapkan kata sapaan yang begitu indah. Awalnya aku tidak menyangkah kalau hari itu hari kita terakhir bertemu , 2 hari setelah pertemuan kita kabar yang sangat mengiris hati terdengar di telinga ku. Bahwa engkau Annha Mukhlisa yang ku kenal sudah pergi menghadap ilahi , tak percaya itulah yang ku rasakan saat itu sampai sekarang 4 bulan sudah kepergianmu dan aku masih belum percaya atas kepergianmu yang sangat mendadak dan membuat hati orang yang mengenalmu merasa sangat kehilangan diri mu , kawan semoga engkau membangun taman Jannah di Syurga sana (Amiin).

Perasaan memang tak bisa diungkapkan dengan 
kata-kata,
perasaan hanya bisa diungkapkan dari hati ke hati" 
"Air mata membersihkan hati dari penyakit
 untuk membenci dan mengajari manusia untuk berbagi 
penderitaan dengan mereka yang di tinggalkan".
Perpisahan itu akan selalu ada, karena kita pernah berjumpa, bersama, dalam canda tawa dan bahagia.  Setiap tetes airmata yang tertumpah di hari ini, akan menjadi saksi atas jalinan ukhuwah yang selama ini kita simpul seerat-eratnya.
Aku ingin kembali lagi bersamanya tapi kemungkinan itu kecil sekali,  aku hanya berdoa dengan perpisahan aku dapat hikmah dari kepergianmu.

"Persahabatan adalah ikatan suci terutama dengan orang yang sangat berarti. Ketika perpisahan datang menghampiri semuanya terlihat seakan sedang bermimpi."
Dan...
"Tiada kata yang dapat terucap ketika dirimu pergi karena hanya rasa sesallah dan kata maaflah yang hanya dapat terucap. Selamat jalan teman."
Dan juga..
"Terimakasih atas apa yang telah engkau berikan, kenangan indah dan kenangan pahit bersamamu akan tetap abadi dan akan terkubur selamanya dalam hati, semoga kepergianmu adalah awal kehidupanmu yang abadi dan satu hal yang akan aku ukir dalam hidup ini, bahwa tidak ada sahabat sejati seperti engkau yang telah pergi."




 


“Terimakasih atas apa yang telah engkau berikan, kenangan indah dan kenangan pahit bersamamu akan tetap abadi dan akan terkubur selamanya dalam hati, semoga kepergianmu adalah awal kehidupanmu yang abadi dan satu hal yang akan aku ukir dalam hidup ini, bahwa tidak ada sahabat sejati seperti engkau yang telah pergi.” - See more at: http://khezo.com/kata-perpisahan-sedih-akan-sebuah-persahabat/#sthash.IxzIF9T2.dpuf

“Tiada kata yang bisa terucap ketika dirimu pergi karena hanya rasa sesal dan kata maaflah yang hanya bisa terucap. selamat jalan sahabat sejati.” - See more at: http://khezo.com/kata-perpisahan-sedih-akan-sebuah-persahabat/#sthash.IxzIF9T2.dpuf
“Tiada kata yang bisa terucap ketika dirimu pergi karena hanya rasa sesal dan kata maaflah yang hanya bisa terucap. selamat jalan sahabat sejati.” - See more at: http://khezo.com/kata-perpisahan-sedih-akan-sebuah-persahabat/#sthash.IxzIF9T2.dpuf
“Tiada kata yang bisa terucap ketika dirimu pergi karena hanya rasa sesal dan kata maaflah yang hanya bisa terucap. selamat jalan sahabat sejati.” - See more at: http://khezo.com/kata-perpisahan-sedih-akan-sebuah-persahabat/#sthash.IxzIF9T2.dpuf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar